-->

Sabtu

Hasil Seleksi PPPK Guru Kabupaten Karawang Resmi Diumumkan, Klik Disini

  

Hasil akhir seleksi pengadaan PPPK Jabatan fungsional tenaga guru di lingkungan Pemkab Karawang untuk tahun 2023 telah resmi diumumkan lewat situs resmi BKPSDM Kabupaten setempat.(22/12/23).

Foto ilustrasi: Kantor Pemkab Karawang

Bagi para peserta bisa langsung mengcek dengan klik disini ! (*)

Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat ( PKM ) Sekolah Tinggi Agama Islam Asshiddiqiyah Cilamaya Kulon menyelenggarakan FGD mengenai Stunting. Acara yang mengambil thema 'Penguatan dan Pendampingan Masyarakat Pelajar dalam Pencegahan Praktek Pernikahan Anak untuk Mengurangi Stunting' ini dilaksanakan di SMK Insan Tazakka Kecamatan Kotabaru.

Kegiatan FGD Sendiri di buka Ketua Tanfidziah PCNU karawang H Deden Permana dan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Masyarakat baik Asshiddiqiyah sebagai Lembaga Pendidikan maupun Nahdlatul Ulama dalam program Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Karawang.
Foto : Kegiatan FGD Pencegahan Stunting STAI Ashidiqiyah Karawang Bersama PCNU dan DPpKB Karawang

Deden Permana mengatakan, NU sebagai pendamping ummat Islam punya tanggungjawab moral bagi generasi emas indonesia dimasa depan. Sehingga wajib kiranya NU mendukung peran positip Pemerintah dalam penanganan Stunting.
"Kita ini ormas besar dan pendamping umat yang memiliki tanggungjawab moral bagi generasi emas di masa mendatang, " Ungkapnya.

Sementara itu, Imam bahanan, Sekretaris DPPKB Karawang selaku Narasumber pada FGD tersebut menyambut antusias upaya yang dilakukan oleh STAI Asshiddiqiyah. Ini tentu menunjukan bahwa peran Pentahelix penanganan stunting yang digagas Ketua TPPS, H Aep Syaepuloh mendapat respon positip. STAI Asshiddiqiyah sebagai lembaga akademik dan NU sebagai organisasi masyarakat melengkapi peran Lima komponen, dimana selain Pemerintah, Dunia Usaha dan Media massa juga hadir akademisi dan ormas. 

Diakui Imam, Karawang dibawah kepemimpinan Bupati H Aep punya PR besar, yakni menurunkan angka pravelensi Stunting menjadi 8% di akhir tahun ini dan Zero New Stunting di 2024.  Kami yakin ujar imam, NU sebagai ormas besar di Indonesia, khususnya di Karawang mampu berkontribusi besar dalam menurunkan angka stunting.

Ketua STAI Ashiddiqiyah, Abdul Muhyi mengatakan, yang juga jajaran pengurus PCNU Karawang menganggap keterlibatan lembaganya, bukan saja sebagai bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi, namun lebih jauh sebagai amal ibadah sebagai Ummat. 

Foto : Kegiatan FGD Pencegahan Stunting STAI Ashidiqiyah Karawang Bersama PCNU dan DPpKB Karawang

Kegiatan FGD ini, sebut Putera KH Aning Amrullah ini, adalag sebagai langkah awal keberpihakan kampus, pesantren dan NU terhadap upaya baik pemerintah daerah. Nantinya ujar Kyai Muda Asshiddiqiyah ini, ia akan menentukan 9 Lokus setingkat Desa yang akan menjadi sasaran pengabdian bagi masyarakat dalam upaya penurunan stunting. 

"kami nantinya akan fokus kepada pencegahan stunting dengan melalui upaya penundaan pernikahan muda kepada remaja, karena seperti disampaikan sekdin DPPKB tadi, bahwa remaja putri dan calon pengantin punya peran besar dalam mencegah atau malah berpotensi menurunkan anak stunting baru", ujar Ahmad Muhyi.

Tim nanti sambungnya, akan dipimpin Ustazah Ilfi Johar Nafisoh, sebagai salah satu dosen pada lembaganya untuk menentukan lokus Desa serta sasaran yang akan menjadi pendampingan. Tentunya data yang akan kami pakai adalah data stunting yang bersumber dari Dinas Kesehatan, serta Data Keluarga Resiko Stunting yang direalise DPPKB.

Hadir pada kesempatan tersebut, Pengurus Cabang NU, MWC kecamatan kotabaru, organ NU seperti Anshor, PMII maupun IPPNU, serta PLKB dari Satpel KB kec kotabaru. (*)

Senin

Sederet Sanksi Dosen terkait Satgas Kekerasan Seksual

 Pemerintah mengungkapkan kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi negeri maupun swasta terjadi dari Aceh hingga Merauke. Total terdapat 150 kasus yang ditangani di perguruan tinggi, dan isu terbanyak adalah kekerasan seksual.  



Sederet Sanksi Dosen terkait Satgas Kekerasan Seksual

Kemendikbudristek menyatakan bulan ini pihaknya sedang menangani lima kasus kekerasan seksual (KS). Baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 

"Karena keterbatasan tim, kami hanya bisa menangani lima kasus, padahal yang masuk itu ada 10 pengaduan. Untuk itu, kami sangat mengharapkan Satgas KS sebagai ujung tombak, kami hanya bisa mengawal dari Aceh-Merauke," kata Inspektur Investigasi Kemendikbudristek Lindung Saut Maruli Sirait dalam acara Forum Group Discussion di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Lindung menyebut, masih ada perguruan tinggi terbesar di Jakarta yang belum memiliki satgas kekerasan seksual. Bahkan, kampus swasta dengan posisi lima besar saja masih perlu didorong untuk membuat satgas.

"Ada juga di DKI Jakarta perguruan tinggi terbesar malah satgasnya belum terbentuk. Aneh gitu loh, jadi kita lakukan penjatuhan sanksi," katanya. (*)

Adapun penjatuhan sanksi kepada dosen di berbagai perguruan tinggi dirangkum sebagai berikut: 

1. Empat dosen PNS dikenai sanksi pidana;

2. Dua dosen PNS dalam proses pidana;

3. 13 dosen PNS dan satu dosen swasta dikenai sanksi disiplin berat;

4. Empat dosen swasta diberhentikan kontraknya; 

5. Empat dosen swasta dikenai sanksi disiplin sedang; 

6. Satu dosen swasta dikenai sanksi disiplin ringan;

7. Dua mahasiswa dikeluarkan, dan 

8. Satu mahasiswa dikenai skorsing.

Kamis

MPGP, Siswi SMAN 1 Tempuran Juara Videografi dan Pidato Se Kabupaten Karawang

 Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia dan Geografi tingkat SMA rampung di gelar di Karawang pada awal November lalu. Wal hasil, dua siswa berprestasi asal SMAN 1 Tempuran, pulang membawa gelar juara dalam perlombaan yang di ikuti wakil dari sejumlah SMA Negeri dan swasta se Kabupaten Karawang.

Foto : Sejumlah siswa berprestasi Lomba Pidato dan lomba videografi MGMP dalam festival Bahasa


Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran, Giri Renjana mengatakan, dalam MGMP bahasa Indonesia yang di gelar di kampung budaya, siswi atas nama Haifa kelas XI IPA 8 sukses memboyong piala gelar juara 3, sementara di MGMP Geografi, siswi atas nama Cantika Karisa kelas X IPS 1 sukses meraih gelar juara 1 dalamomba videografi yang di gelar di Technormart Karawang. 
Atas prestasi dua siswi tersebut, pihak sekolah mengapresiasi kesuksesan ini, karena bukan perkara mudah mendapati gelar juara di tengah kompetitor yang jumlahnya puluhan orang. Namun demikian, kedua siswi ini berhasil mewujudkan prestasi bertapapun asal sekolah dari wilayah pesisir Karawang.
Foto : Sejumlah siswa berprestasi Lomba Pidato dan lomba videografi MGMP dalam festival Bahasa

"Juara 3 pidato bahasa Indonesia dan juara 1 lomba videografi. Ini membanggakan dan menjadi contoh bagi siswa lainnya agar bisa berprestasi baik akademik maupun non akademik, " Ungkap Giri, Kamis (30/11/2023).

Lebih jauh ia berharap, kompetisi sains, mgmp hingga lainnya aktif di ikuti para siswa, apalagi dengan registrasi yang open di berbagai even, karena selain kedua prestasi itu, siswanya juga sempat menjadi wakil ditingkat Jawa Barat lomba sains IPA/Fisika dan Matematika.

"Semoga kesuksesan siswa ini bisa di replikasi siswa lainnya agar mampu mengharumkan nama baik sekolah, orangtua dan kampung halamannya, " Harap Giri.(*)

SMAN 1 Tempuran Tuan Rumah KMD Karawang 8-15 Desember

 SMAN 1 Tempuran, siap menerima puluhan delegasi Kursus Mahir Dasar(KMD) tingkat Kabupaten Karawang pada 8-15 Desember 2023 mendatang. Peserta yang mayoritas pembina Pramuka dari sejumlah satuan pendidikan seperti SD, SMP hingga SMA/SMK itu, akan di gembleng secara khusus lewat pembinaan dan pelatihan yang di selenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Karawang.

Foto : Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran, Giri Renjana Saat Upacara Siswa di Lingkungan Sekolah


Giri Renjana S.pd, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran, mengatakan, SMAN Tempuran di tunjuk sebagai tempat KMD tingkat Kabupaten Karawang, dimana setiap sekolah akan mengirimkan delegasi pembina Pramuka sebanyak 2 orang. Kebetulan, yang akan di gelar di Tempuran ini hanya 1 kelas, yaitu berjumlah 45 orang. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan peserta, karena registrasi peserta sifatnya open. 
"Pada dasarnya, kita siap jadi tuan rumah dalam pelaksanaan KMD ini, apalagi dalam rencananya pengurus Kwarcab juga hadir dalam kegiatannya, " Ungkap Giri. 

Ia berharap kegiatan KMD berjalan lancar, tertib dan penuh serapan ilmu yang baik bagi semua pembina Pramuka yang menjadi peserta. Dengan berbangga hati, pihak sekolah menyambut pelaksanaan KMD ini di kampus SMAN 1 Tempuran. (Rd)

Senin

Tangkal Masalah Dilingkungan Sekolah, Disdikpora Karawang Sudah Memiliki Satgas TPPK di Setiap Satuan Pendidikan

 Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang mengklaim sudah membentuk satgas Tim Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan (TPPK) di Kabupaten Karawang di setiap sekolah.

Berita Terkait : Karawang Serius Tangani Persoalan Kenakalan di Lingkungan Pelajar

Hal ini meyusul banyaknya kritikan ihwal pembentukan satgas anti kekerasan di lingkungan pendidikan.

“(Satgas TPPK) di semua lini sudah terbentuk semua baik di tingkat PAUD, SD maupun SMP. Tinggal mengoptimalkan tugas dan fungsinya,” ujar Dalip, Plt Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Karawang saat diwawancarai pada Senin, 27 November 2023.

Dalip menyebutkan, seluruh sekolah di bawah naungan Disdikpora Karawang diwajibkan membentuk satgas anti kekerasan atau TPPK.

Saat ini jumlah yang telah terbentuk antara lain, 852 di tingkat SD Negeri, 89 di tingkat SMP Negeri dan 1441 di tingkat PAUD.

“Di tiap-tiap satuan pendidikan itu disuruh bikin SK tim, dan sudah pada menyetor sekolah-sekolah PAUD, SD, SMP yang ada di Karawang,” paparnya.

Kata Dalip, meskipun sudah terbentuk merata, hingga saat ini satgas TPPK tersebut belum berjalan dan sedang proses optimalisasi.

Kepada para satgas, ia berpesan untuk bersama-sama mencegah dan menanggulangi kejadian bulying ataupun kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Foto : kegiatan Deklarasi di SMK Majalaya

“Untuk para satgas tolonglah, sesuai tugas dan fungsinya, bekerjasama untuk menjaga kejadian-kejadian yang terjadi, jangan terjadi lagi bulying atau kekerasan terhadap anak. Optimalkan dalam bekerja, pengawasan itu terjadi dengan terbentuknya TPPK,” pungkasnya.

Secara terpisah pada bulan oktober lalu, Drs. Cecep Mulyana, MM Plt Kadisdikpora Karawang menerangkan bahwa pihaknya sudah membentuk Satgas TPPK untuk setiap sekolah atau satuan pendidikan di Kabupaten Karawang.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Cecep Mulyana saat menghadiri acara MUO dan deklarasi pelajar di STM Majalaya Karawang,yang di inisiasi Polres Karawang (*)

Sabtu

Pengamat Sebut Tawuran Pelajar di Kabupaten Karawang Masuk Fase Darurat, Ini Kata Polisi

Hari Guru Nasional tahun 2023 mengusung tema “Bergerak Bersama Merdeka Belajar”. Tema tersebut menjadi harapan bagi para guru untuk memberikan pengajaran yang berkualitas dan memotivasi peserta didik dalam meraih pengetahuan.(26/11/23).

Foto : Kasatbinmas Polres Karawang dalan program Kepung Karawang

Kasat Binmas Polres Karawang , AKP Hj. Iis Pupita Nengish saat di temui di ruang kerjanya menyebut,  tantangan seorang guru di era sekarang tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Melainkan juga melibatkan perubahan dinamika pembelajaran secara menyeluruh termasuk bagi mana mengadaptasikan dunia kekinian agar para peserta didik paham akan situasional.

“Pada saat proses belajar mengajar diharapkan para guru mengajar manfaat digitalisasi termasuk medsos selain diajarkan berbagai macam media pembelajaran, baik online maupun offline,” ujar Iis Puspita, pada Jumat (24/11/2023). 

Menurut Iis Puspita, berbagai metode pembelajaran yang diterapkan pasti menciptakan variasi menyegarkan bagi peserta didik. Dengan begitu, minat dan antusiasme belajar siswa juga ikut meningkat namun jangan lupa mengingatkan bila teknologi tak tepat guna atau salah peruntukan  bakal pula menyeret pengguna kepada kasus hukum pidana.

Foto : Petugas Gabungan saat Kepung Karawang

Ia mencontohkan pintarnya seorang oknum pelajar bermain medsos lalu dipergunakkan untuk membuat sebuah grup yang menghimpun kekuatan dan dimanfaatkan untuk tawuran atau aksi-aksi lain. Ini yang kami sangat khawatirkan, tegas Iis Psupita.

Iis menceritakan ketika menggelar rutinitas program Kepung Karawang banyak petugas menemukan beberapa kelompok oknum pelajar yang berkumpul -kumpul yang bermula dari undangan dari grup medsos. Ternyata bukan hanya berkumpul biasa mereka melainkan merencanakan aksi-aksi tak jelas dan nilai sangat dapat ganggu ketertiban umum.

Pekan kemarin, sambungnya, petugas gabungan sampai jam tiga pagi menjalankan program Kepung Karawang dan hasil operasi secara rata-rata membubarkan oknum-onum pelajar yang berkumpul atau nongkrong ditempat tertentu dan lokasi tersebut kerap jadi lokasi tawuran selama ini.

Kasatbinmas Iis Puspita juga meminta kepada publik Karawang khusus mereka yang memiliki anak yang masih bersekolah di level SMP atau SMA dan SMK ataupun sederjat untuk lebih telaten dan meningkatkan pengawasaan kepada anaknya jika tidak ada di rumah, tandasnya.

Foto : Saat petugas gabungan bubarkan oknum pelajar di pusat Kota Karawang

Ridwan salah satu pengamat pendidikan mengatakan persoalan tawuran pelajar di Kabupaten Karawang sudah masuk fase darurat.

Peristiwa tawuran pelajar di Kabupaten Karawang bisa dikatakan hampir terjadi disetiap hari di wilayah berbeda dengan lokasi yang berbeda pula,ungkapnya.

Terbayang ga oleh kita, dari 30 kecamatan di Kabupaten Karawang tersebar 297 desa dan 12 kelurahan dengan jumlah titik lokasi atau kampung atau dusun ribuaan lalu terjadi di satu titik tawuran pelajar. Siapa yang harus bertanggungjawab, semua tidak cukup bila mengandalkan hanya kepada para petugas dalam hal ini misal Satpol PP, Satgas Pelajar ataupun TNI- Polri.Karena perlu diketahui jumlah penduduk Karawang pada saat ini misalnya dengan jumlah petugas polisi yang tidak berbanding lurus (rasio perbandingan,red), ujar Ridwan.

Ia menambahkan, kondisi kedaruratan tawuran pelajar di Karawang tidak bisa dibereskan hanya membentuk Satgas pelajar atau bertumpu kepada APH dan dinas terkait. Ini semua mesti dilibatkan atau ada keterlibatkan lingkungan dan para orang tua pelajar untuk mengawasi anaknya masing-masing agar tidak terseret ke aksi-aksi tawuran yang makin marak, tandas Ridwan,di Karawang.

Dikatakan Ridwan, Pemkab Karawang harus segera membuat terobosan baru guna pencegahan misal membawanya sampai desa-desa agar para orang tua mengetahui perkara kekinian yang terjadi. 

Dalam kegiatan minggon desa umpamanya untuk perkara tawuran pelajar mesti disampaikan oleh para pejabat terkat agar sampai ke kampung-kampung atau ke teilinga masyarakat yang berkaitan masalah, pungkasnya.  (*)

Jumat

Pemkab Karawang Gelar HGN, Ini Dikatakan Aep Plt Bupati

 Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 yang dilaksanakan di Lapang Karangpawitan, Sabtu (25/11/23).


Pemkab Karawang Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023

Bertindak selaku inspektur upacara, Plt Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Ia meyakini bahwa guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar serta optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar.

"Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir," lanjutnya.

Ia menyampaikan berbagai capaian yang berhasil dilaksanakan seperti penghapusan Ujian Nasional dan memberikan kepercayaan pada guru untuk menilai, peluncuran Kurikulum Merdeka, Pendidikan Guru Penggerak dan target satu juta Guru ASN PPPK yang semakin dekat.
Plt Bupati karawang

Pada momentum tersebut, ia mengajak seluruh guru di Indonesia untuk merayakan Hari Guru Nasional dengan semangat untuk terus melaju ke depan, dengan derap langkah serentak melanjutkan gerakan Merdeka Belajar.

Sebagai penutup, Plt Bupati Aep mengucapkan selamat Hari Guru Nasional. Ia menyampaikan bahwa guru merupakan pahlawan yang tak kenal lelah.

Selain peringatan Hari Guru, juga dilaksanakan pelepasan kontingen atlet Porpemprov 2023 ke Kuningan sebanyak 125 orang yang terdiri dari 100 atlet, 5 official, 11 pelatih serta 9 manager, akan bertanding mewakili Kabupaten Karawang dalam 12 cabang olahraga.

"Kami berpesan untuk senantiasa menjunjung tinggi sportifitas dan menjaga nama baik Kabupaten Karawang, berjuang sepenuh hati dan berikan yang terbaik," ujarnya.
Pemkab Karawang Gelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2023

Kegiatan dilanjutkan dengan Gebyar PGRI Award dan pengocokan doorprize yang dilaksanakan di Galuhmas. (*)
© Copyright 2023 Karawang Info Grup Pelita Karawang | All Right Reserved