Alhamdulillah, Angka Kesembuham Akibat Terpapar Virus Covid-19 Di Karawang Cukup Baik -->

Alhamdulillah, Angka Kesembuham Akibat Terpapar Virus Covid-19 Di Karawang Cukup Baik

KABAR KARAWANG
Kamis

Menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang kian meningkat, Kementerian Kesehatan akan memperkuat pelaksanaan 3T yakni Testing, Tracing dan Treatment terutama di daerah yang tingkat penularan kasusnya tinggi.

Foto : Cellica Nurrachadiana

“Kita akan meningkatkan testing dan tracing kita, 3 sampai 4 kali lipat dari yang ada sekarang, seperti di negara-negara lain yang sedang naik tinggi kasusnya,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis kemarin,(1/7).

Diungkapkan Menkes, saat ini kapasitas testing harian di Indonesia sekitar 100 ribu kasus per hari, dengan target ini maka capaian testing per hari bisa mencapai 400 ribu kasus.

Untuk mencapai target tersebut, setiap kabupaten/kota telah ditetapkan target harian yang harus dikejar, ini sesuai dengan guidance WHO.

Menkes menegaskan bahwa penguatan testing akan diprioritaskan untuk mempercepat penemuan kasus suspek dan kontak erat dari kasus terkonfirmasi, bukan digunakan untuk skrining maupun syarat perjalanan.

“Prioritas testing kita perbaiki, testing ini untuk kepentingan epidemologi bukan untuk testing skrining, jadi benar-benar kita kejar suspek dan kontak eratnya,” terangnya.

Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan Swab PCR maupun RDT Antigen. RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.

“Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai Rapid Antigen,” tuturnya.

Disamping penguatan testing, Kementerian Kesehatan juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus di karantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.

Di Kabupaten Karawang ada kabar baik untuk angka kesembuhan pasien Covid-19 di di atas 93 persen. Meski begitu, rasio kasus positif atau positive rate masih tinggi.

"Tingkat kesembuhan di Karawang di atas 93 persen," ujar Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana dalam satu wawancara.

Diketahui saat ini total kasus Covid-19 di Karawang berjumlah 26.843 kasus, naik 548 dari hari sebelumnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 21.828 orang telah dinyatakan sembuh dengan 244 orang sembuh hari ini.(Kamis,1 Juli 2021).

Sementara yang masih dalam perawatan 998 orang, isolasi mandiri 3.048 orang, dan meninggal 969 orang.

Meski demikian, Cellica mengakui positive rate Covid-19 masih tinggi, yakni 18 persen. Sedangkan, normalnya lima persen.

Kemudian untuk tingkat kematian atau mortality rate 3,02 persen dari target di bawah tiga persen.

Untuk menekan laju penularan Covid-19 yang didominasi klaster keluarga dan industri, Satgas Penanganan Covid-19 Karawang melakukan percepatan vaksinasi dan penindakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Kita bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim terus berupaya untuk menekan laju Covid-19. Salah satunya adalah melalui penindakan PPKM dan percepatan vaksinasi," katanya.

Pihaknya, kata Cellica, menargetkan Juli tahun depan vaksinasi di Karawang mencapai 70 persen.

Sementara capaian vaksinasi saat ini sekitar 25 persen atau 400.000 dari 1,5 juta orang sasaran vaksinasi. Sehingga, dalam sehari ditargetkan 5.000 orang divaksinasi.

Untuk percepatan vaksinasi itu, kata Cellica, pihaknya akan merekrut relawan tenaga kesehatan dari beberapa universitas negeri dan swasta.

"Jadi vaksinator kita akan ambil dari temen-temen di perguruan tinggi. Mereka kita vaksinasi dulu," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan memperketat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Hal ini menyusul Kabupaten Karawang menjadi daerah dengan risiko tinggi atau zona merah Covid-19 bersama 10 daerah lain di Jawa Barat.

Ada pun Kabupaten Karawang menempati urutan pertama dalam kasus penambahan positif Covid-19 terbanyak se-Jawa Barat dalam seminggu terakhir.

Serta, posisi pertama dalam penambahan angka terkonfirmasi positif meninggal dunia terbanyak se-Jawa Barat.***red

X
X
close