Disperindag Sebut 200 Perusahaan di Karawang Jadi Klaster Penularan Covid-19 -->

Disperindag Sebut 200 Perusahaan di Karawang Jadi Klaster Penularan Covid-19

KABAR KARAWANG
Selasa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang menyatakan ada sekitar 200 perusahaan yang menjadi klaster penularan Covid-19. Bahkan saat ini ada dua pabrik yang dihentikan beroperasi karena lebih dari 40 persen karyawannya terpapar Covid-19.

"Klaster industri saat ini didominasi oleh perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur,"kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang, Ahmad Suroto, Selasa (29/6),berita dilansir dari Merdeka.

Foto ilustrasi : Pintu Gerbang Surya Cipta

Dia mengungkapkan, kasus positif Covid-19 di Karawang disumbang dari klaster industri cukup tinggi. Hingga terjadinya penutupan perusahaan untuk beroperasi.

"Ada ratusan karyawan beserta keluarganya yang sampai saat ini masih terpapar Covid-19,” ujarnya.

Suroto menjelaskan, sejak awal pandemi, hampir semua perusahaan di Karawang dengan jumlah karyawan menyentuh angka seribu lebih pernah jadi klaster Covid-19. Pihaknya telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari beberapa dinas membantu Satgas Penanganan Covid-19 Karawang untuk melakukan tracing di klaster perusahaan.

"Karena ada beberapa perusahaan yang enggan melapor ke Gugus Tugas ketika menemukan kasus positif di perusahaannya,” ungkapnya.

Adapun tim yang disiapkan akan menindak perusahaan yang enggan melaporkan temuan kasus positif. Sedangkan sanksi yang akan diberikan bisa berupa pembuatan surat pernyataan hingga rekomendasi pencabutan izin operasional mobilitas.

"Perusahaan yang masih mau beroperasi di tengah pandemi wajib mengantongi izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian. Pemkab sifatnya hanya memberikan rekomendasi pencabutan, karena yang bisa mencabut izin hanya kementerian,” tutup Suroto.(mrd)

X
X
close