Awal Juli, PPDB SMA Negeri di Karawang Resmi Tutup -->

Awal Juli, PPDB SMA Negeri di Karawang Resmi Tutup

KABAR KARAWANG
Rabu

1 Juli 2021, merupakan titi mangsa penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA Negeri di tutup. Di masa pandemi, sejumlah kendala mewarnai PPDB di tingkatan SMA tahun ini, mulai adanya SMP yang lockdown, operator PPDB yang terpapar covid_19 hingga keterbatasan SDM dan teknologi dari calon siswa dan orangtua saat hendak mendaftar di setiap tahapannya.


Kepala SMAN 1 Tempuran, Dede mengatakan, sekolahnya membuka kuota 10 rombel dengan jumlah siswa sekitar 360 orang. Hingga Senin kemarin, (28/6), pihaknya baru memvalidasi sekitar 200 calon siswa baru, mengingat meskipun PPDB ini daftar secara online, namun ada beberapa calon siswa yang kesulitan mendaftar dengan berbagai kendala teknis. Mulai dari SMP asal Lockdown sehingga tidak ada guru dan operator yang bisa memfasilitasi pendaftaran ke jenjang SMA, maupun adanya operator yang terpapar Covid, bahkan sebut Dede pihak SMA ikut serta membantu menyelesaikan pendaftaran lulusan Mts dibawah kendali Kementrian Agama (Kemenag) yang tidak memiliki akun pendaftaran. Sehingga, kondisi ini membuat pihak sekolah tetap harus menerima kedatangan para calon siswa secara terbatas ke sekolah dengan tatap muka, untuk mendaftar kelengkapan yang belum sempurna. "Ada berbagai kendala teknis saat PPDB tahun ini, sementara penutupan PPDB sekitar 1 Juli mendatang, " Katanya, Rabu (30/6).

Tahap akhir ini, sambungnya merupakan tahapan zonasi, dimana irisan wilayah diharapkan bisa tercover masuk ke jenjang SMA, yaitu dari Kecamatan Tempuran, Cilamaya Kulon dan Cilebar. Bagi mereka yang hendak daftar namun kesulitan, ia persilahkan untuk datang ke sekolah dan akan dibantu oleh operator gratis. "Jadi yang daftar dan hendak melengkapi persyaratan, akan di chek suhu tubuh, wajib masker, sirkulasi lalu lintas pendaftar juga diatur sesuai protokol kesehatan. Bahkan, yang masuk ruangan PPDB hanya petugas pelayanan PPDB yang semuanya sudah di vaksin dosis 2 kali dan setiap sore ruangan dan lingkungan sekolah dipastikannya selalu di semprot disinfektan, insha Allah kami ketat untuk ini, " Ujarnya. 

Awal Juli ini memang pendaftaran terakhir, namun sebut Dede, pihaknya akan melakukan penyisiran ulang untuk memastikan seluruh masyarakat usia sekolah terdaftar. Sebab, sulit rasanya mendeteksi lulusan SMP melanjutkan atau tidak di musim pandemi Covid_19 seperti saat ini. "19 Juli tahun ajaran baru di mulai, semoga semuanya diberikan kelancaran dan bertahap bisa di buka tatap muka, " Pungkasnya. (Rd)

X
X
close